Inter-process Communication pada POSIX

Proses adalah basis dari semua komputasi. Proses juga merupakan program yang dieksekusi. Dalam proses eksekusi dijalankan secara sekuensial. Dalam sebuah sistem operasi terdapat banyak proses yang saling berinteraksi. Interaksi antar proses itu dikenal sebagai interprocess communication (IPC).. Interaksi tersebut bertujuan agar terjadi kesinambungan antar proses yang terjadi sehingga sistem operasi dapat berjalan sebagaimana mestinya. Interaksi tersebut dapat melalui sistem berbagi memori atau dengan cara saling berkirim pesan. Terkadang, beberapa pesan yang dikirim tidak dapat diterima seluruhnya oleh penerima dan menyebabkan informasi yang lain menjadi tidak valid, maka dibutuhkanlah sebuah mekanisme sinkronasi yang akan mengatur penerimaan dan pengiriman pesan sehingga kesalahan penerimaan pesan dapat diperkecil. Pesan yang dikirim dapat ditampung dalam penyangga sebelum diterima oleh penerima.

POSIX singkatan dari Portable Operating System Interface for UNIX, adalah sebuah standar yang dicetuskan oleh Institute of Electical and Electronics Engineers (IEEE) yang mendefinisikan sekumpulan layanan dalam sistem operasi. Program-program yang mendukung standar POSIX dapat secara mudah di-port dari satu sistem ke sistem lainnya. POSIX menjadi basis dalam layanan sistem operasi UNIX. Meskipun demikian, POSIX juga dibuat demikian agar sistem operasi lainnya dapat mengimplementasikan layanan POSIX. Antarmuka pengguna standar dalam POSIX adalah Korn shell yang digunakan untuk memasukkan perintah command-line dan pembuatan skrip. Program-program pengguna lainnya juga dimasukkan ke dalam standar, seperti awk, echo, ed, dan ratusan program lainnya. 

Behavior, Capability, Lingkungan Agen

Sifat-sifat yang harus dimiliki agen adalah sebagai berikut [Lange, 1998] :

1. Menyatu atau mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan yang khusus antara lain :
    - Autonomous : memiliki sistem kontrol terhadap tindakannya sendiri.
    - Reactive : dapat memahami perubahan pada lingkungannya dan bertindak sesuai dengan perubahan lingkungan tersebut.
    - Pro-activity (goal orientation) : mampu bertindak atau membuat keputusan untuk memilih tindakan mana yang akan dilakukan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
    - Social activity (communication skills) : mampu berinteraksi dengan agent lain maupun manusia dalam mencapai tujuan atau untuk menambah pengetahuannya yang nanti dapat digunakan untuk membantu dirinya sendiri dalam mencapai tujuan.

3. Memiliki salah satu atau lebih sifat-sifat berikut :
    - Communicative : dapat berkomunikasi dengan agen lain
    - Mobile : dapat berpindah dari satu host ke host lain
    - Learning : beradaptasi sesuai dengan pengalaman sebelumnya
    - Believable : dapat dipercaya pada tingkat end-user, agen tidak akan merusak data user.

Pada agent terdapat beberapa macam lingkungan, yaitu :

1. Accessible or inaccessible

Poin pertama adalah melihat apakah lingkungan itu sudah dapat diakses atau dikenali seutuhnya oleh agen atau tidak. Lingkungan yang dapat diakses adalah sebuah lingkungan dimana agen dapat memperoleh informasi yang lengkap, akurat, dan  up-to-date mengenai keadaan lingkungan tersebut. Kebanyakan lingkungan cukup kompleks termasuk, misalnya kehidupan sehari-hari dan internet dimana lingkungan tersebut tidak dapat diakses dengan mudah. Semakin mudah lingkungan untuk dikenali maka akan semakin mudah pula kita membuat agent di dalam lingkungan tersebut.

2. Deterministic or  non-deterministic

Poin kedua berarti apakah status lingkungan berikutnya telah ditentukan oleh status agen sekarang atau tidak. Lingkungan deterministik adalah sebuah lingkungan dimana dimana sebuah tindakan dapat memiliki efek kepastian atau tidak terhadap tindakan berikutnya. Misalnya jika tindakan agen sekarang adalah makan nasi maka apakah tindakan berikutnya pasti minum air atau tidak. Jika pasti maka itu adalah deterministic jika tidak maka itu adalah stokastik/bukan dererministik. Kehidupan sehari-hari dapat tergolong sebagai lingkungan yang stokastik karena setiap kejadian yang akan terjadi berikutnya hamper pasti tidak akan pernah dapat kita pastikan sebelumnya.

3. Episodic or Sequential

Poin ketiga itu melihat apakah perilaku agen sekarang merupakan akibat dari perilaku agen yang sebelumya. Jika perilaku agen sekarang tidak ditentukan oleh tindakan yang dilakukan sebelumnya atau tidak sekuensial itu adalah episodic. Maksud episodic adalah kumpulan dari tindakan untuk lingkungan dan respon dari lingkungan untuk satu lingkup masalah. Dalam lingkungan episodik, kinerja agen tergantung pada sejumlah episode diskrit, dimana tidak ada hubungan antara tindakan agen dalam lingkungan yang berbeda. Lingkungan episodik lebih sederhana dari perspektif pengembang agen karena agen dapat memutuskan tindakan apa untuk melakukan hanya didasarkan pada lingkungan saat ini dan tidak perlu ada interaksi antara lingkungan ini dan masa depan

4. Static or Dynamic

Poin keempat berarti apakah lingkungan agen berubah pada saat agen bertindak atau lingkungan tidak berubah. Jika berubah akan itu adalah dinamik dan  jika tidak maka itu adalah static. Lingkungan statis adalah salah satu yang dapat diasumsikan tetap tidak berubah kecuali disebabkan oleh tindakan agen. Sebuah lingkungan yang dinamis adalah sebuah lingkungan dimana selalu terjadi perubahan di lingkungan tersebut dan perubahan itu tidak disebabkan oleh tindakan agen. Kehidupan sehari hari adalah sebuah contoh dari lingkungan yang dinamis.

5. Discrete or Continuous

Poin kelima itu adalah status dari lingkungan itu diskrit atau tidak dalam artian status itu berlanjut atau tidak. Lingkungan bisa diskrit atau continous dilihat dari berbagai perspektif antara lain dari sisi waktu atau dilihat dari tindakan yang dilakukan agent. Contoh lingkungan diskrit, permainan catur adalah diskrit karena pergerakan biji catur (agent) memiliki state yang terbatas (action state) dengan kata lain pergerakan biji catur sesuai dengan jenis biji catur tersebut dan hanya memiliki satu tujuan (discrete state). Contoh dari continous adalah taxi driver karena didalam suatu lingkungan (katakanlah jalan raya) taxi pada range waktu tertentu memiliki lebih dari satu tujuan (continous state) dan pergerakan taxi pada jalan raya bersifat dinamis karena menyesuaikan dengan kondisi yang ada pada lingkungannya (action state)

Intellegen Agent dan Multiagent System

  Agen merupakan suatu teknologi baru dalam dunia rekayasa software. Kemampuan agen yang otonom, personal, mobile dan mampu bekerja sama secara terus menerus membuat para pengembang software memanfaatkan teknologi ini untuk aplikasi yang mempunyai lingkungan yang memiliki jenis informasi yang beragam dan tersebar di banyak lokasi .

Menurut Nwana [Nwana, 1996], konsep agent sudah dikenal lama dalam bidang AI, tepatnya dikenalkan oleh seorang peneliti bernama Carl Hewitt [Hewitt, 1977] dengan concurrent actor model-nya pada tahun 1977. Dalam modelnya Hewitt mengemukakan teori tentang suatu obyek yang disebut actor, yang mempunyai karakteristik menguasai dirinya sendiri, interaktif, dan bisa merespon pesan yang datang dari lain obyek sejenis.

Untuk memahami konsep agen dengan lebih jelas perlu diketahui definisi agen. Ada beberapa definisi agen menurut para ahli. Pendefinisian ini didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan dalam implementasinya. Berikut ini beberapa definisi agen menurut para ahli :

Memahami Kata “AMIN”

Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain. Sekedar untuk lebih memahami dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu : 
“AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
“AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
“AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI
Lalu Bagaimana dengan Pengucapan / Penulisan kata “AMIEN” yang biasa orang sebutkan ? Sebisa mungkin untuk kata yang satu ini (Amien) Di Hindari Karena Tidak Ada Artinya. Jadi pengucapan / penulisannya malah tidak akan bermakna apa-apa. Disarankan mulai sekarang biasakanlah menulis kata “AAMIIN” dengan lafadz yg benar, untuk menghindari salah makna. Semoga bermanfaat, barakallah fiikum    
taken from here

sedikit mengingatkan ..

KITA TIDAK BISA MEMINTA SEMUA ORANG YANG KITA KENAL MENYUKAI KITA, AT LAST MESKIPUN CUMA SEORANG .. PASTI ADA YANG TIDAK MENYUKAI KITA

Apapun yang pernah kita lakukan pasti kita juga yang akan mendapatkan balasannya. Entah itu sebuah kebaikan ataupun sebaliknya, suatu saat tentu kita pasti akan menuai balasan dari apa yang kita perbuat.
Apa, mengapa, bagaimana kita bisa melakukan hal itu tentu masing-masing dari kita punya alasan yang membuat kita melakukannya. Seperti apa kita memperlakukan orang lain maka bisa jadi suatu saat nanti akan ada orang lain yang memperlakukan kita seperti juga.

Kalau kamu bisa tertawa diatas air mata orang tertentu maka bisa saja suatu saat nanti orang itu juga akan menertawakan kesedihan kita. Tawa, canda, air mata, kesedihan .. semuanya berawal dari diri kita sendiri.

Meminta maaflah dengan tulus dari hati selagi bisa kau meminta maaf karena kita kita tak akan mengalami kerugian sedikitpun dengan memaafkan kesalahan orang lain maupun meminta maaf atas kesalahan yang pernah kita buat.

Apabila saat kita telah meminta maaf dengan tulus, jujur dari hati tapi ternyata belum dimaafkan maka itu adalah urusan orang itu dengan-Nya. Karena hanya DIA-lah yang akan menilai setiap detail dari tingkah laku yang kita perbuat.

Hanya kepada-Nya kita harus senantiasa berserah diri, hanya kepada-Nya sepatutnya kita meminta karena hanya DIA yang tak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Memintalah kepada-Nya seolah kamu melihat-Nya tapi kalau itu tidak bisa, maka yakinkan dirimu bahwa DIA melihatmu.