Sifat-sifat yang harus dimiliki agen adalah sebagai berikut [Lange, 1998] :
1. Menyatu atau mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan yang khusus antara lain :
- Autonomous : memiliki sistem kontrol terhadap tindakannya sendiri.
- Reactive : dapat memahami perubahan pada lingkungannya dan bertindak sesuai dengan perubahan lingkungan tersebut.
- Pro-activity (goal orientation) : mampu bertindak atau membuat keputusan untuk memilih tindakan mana yang akan dilakukan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
- Social activity (communication skills) : mampu berinteraksi dengan agent lain maupun manusia dalam mencapai tujuan atau untuk menambah pengetahuannya yang nanti dapat digunakan untuk membantu dirinya sendiri dalam mencapai tujuan.
3. Memiliki salah satu atau lebih sifat-sifat berikut :
- Communicative : dapat berkomunikasi dengan agen lain
- Mobile : dapat berpindah dari satu host ke host lain
- Learning : beradaptasi sesuai dengan pengalaman sebelumnya
- Believable : dapat dipercaya pada tingkat end-user, agen tidak akan merusak data user.
Pada agent terdapat beberapa macam lingkungan, yaitu :
1. Accessible or inaccessible
2. Deterministic or non-deterministic
3. Episodic or Sequential
4. Static or Dynamic
5. Discrete or Continuous
Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain. Sekedar untuk lebih memahami dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
“AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
“AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
“AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI
KITA TIDAK BISA MEMINTA SEMUA ORANG YANG KITA KENAL MENYUKAI KITA, AT LAST MESKIPUN CUMA SEORANG .. PASTI ADA YANG TIDAK MENYUKAI KITA
Apapun yang pernah kita lakukan pasti kita juga yang akan mendapatkan balasannya. Entah itu sebuah kebaikan ataupun sebaliknya, suatu saat tentu kita pasti akan menuai balasan dari apa yang kita perbuat.
Kalau kamu bisa tertawa diatas air mata orang tertentu maka bisa saja suatu saat nanti orang itu juga akan menertawakan kesedihan kita. Tawa, canda, air mata, kesedihan .. semuanya berawal dari diri kita sendiri.
Meminta maaflah dengan tulus dari hati selagi bisa kau meminta maaf karena kita kita tak akan mengalami kerugian sedikitpun dengan memaafkan kesalahan orang lain maupun meminta maaf atas kesalahan yang pernah kita buat.
Apabila saat kita telah meminta maaf dengan tulus, jujur dari hati tapi ternyata belum dimaafkan maka itu adalah urusan orang itu dengan-Nya. Karena hanya DIA-lah yang akan menilai setiap detail dari tingkah laku yang kita perbuat.
Hanya kepada-Nya kita harus senantiasa berserah diri, hanya kepada-Nya sepatutnya kita meminta karena hanya DIA yang tak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Memintalah kepada-Nya seolah kamu melihat-Nya tapi kalau itu tidak bisa, maka yakinkan dirimu bahwa DIA melihatmu.